Pernah nggak sih kamu ada di situasi ini, resep sudah diikuti, bahan sudah ditimbang presisi, tapi pas diuleni, adonan donat malah lengketnya minta ampun? Nempel di tangan, nempel di meja, susah dibulatkan, dan bikin frustrasi. Rasanya mau menyerah dan cuci tangan saja, kan?
Tenang, kamu nggak sendirian. Adonan donat yang lengket adalah salah satu masalah paling umum yang dihadapi para pembuat kue, baik yang baru mulai maupun yang sudah lama jualan. Masalah ini bukan cuma bikin kerja jadi ribet, tapi juga bisa merusak hasil akhir. Adonan yang terlalu lengket cenderung lebih sulit mengembang sempurna dan bisa menyerap lebih banyak minyak saat digoreng.
Tapi jangan khawatir, setiap masalah pasti ada solusinya. Adonan yang lengket itu sebenarnya lagi “ngasih tahu” kita kalau ada sesuatu yang kurang pas. Yuk, kita bedah satu per satu penyebab adonan donat lengket di bawah ini.
1. Cairan yang Terlalu Banyak
Ini adalah penyebab paling umum. Kadang kita berpikir, “Ah, tambah sedikit lagi airnya biar empuk,” padahal setiap tepung punya daya serap air yang berbeda. Kelebihan cairan, bahkan hanya beberapa mililiter, bisa membuat adonan jadi terlalu basah dan sulit diatur. Ingat, adonan donat yang baik memang terasa sedikit lembap, tapi tidak sampai lengket berlebihan dan menempel di mana-mana.
Solusinya? Jangan tuang semua bahan cair sekaligus. Sisakan sedikit, lalu tambahkan perlahan hanya jika adonan terasa terlalu kering saat diuleni.
2. Proses Menguleni yang Kurang Kalis
Saat kita menguleni adonan, kita sebenarnya sedang membangun jaringan gluten. Gluten inilah yang membuat adonan jadi elastis, kuat, dan bisa menahan gas dari ragi. Kalau adonan kurang diuleni, jaringan glutennya masih lemah. Akibatnya, ia tidak bisa “memegang” cairan dengan baik, sehingga adonan terasa basah dan lengket. Adonan yang kalis itu kalau direntangkan bisa membentuk lapisan tipis seperti jendela (windowpane test) tanpa mudah sobek.
3. Suhu Ruangan Terlalu Panas
Kita tinggal di Indonesia yang cuacanya tropis. Suhu dapur yang panas bisa jadi musuh dalam selimut. Panas membuat mentega atau margarin dalam adonan jadi cepat meleleh sebelum tercampur rata, yang akhirnya membuat adonan terasa berminyak dan lengket. Selain itu, suhu hangat juga mempercepat kerja ragi, yang jika tidak terkontrol bisa mengarah ke masalah berikutnya.
4. Waktu Proofing yang Kebablasan (Over-proofing)
Mendiamkan adonan atau proofing memang penting, tapi kalau kelamaan juga bisa jadi bencana. Saat over-proofing, ragi sudah terlalu aktif dan menghasilkan terlalu banyak gas dan alkohol. Ini membuat struktur gluten menjadi lemah dan akhirnya “ambruk”. Adonan yang tadinya mulus dan elastis jadi lembek, basah, lengket, dan punya aroma asam yang tajam. Saat digoreng pun hasilnya tidak akan mengembang cantik.
5. Jenis Tepung yang Kurang Tepat
Jangan anggap remeh pemilihan tepung. Tepung terigu protein rendah, sedang, dan tinggi punya karakter yang berbeda. Untuk donat, tepung protein tinggi adalah pilihan terbaik karena mampu menyerap lebih banyak cairan dan membentuk jaringan gluten yang paling kuat dan elastis. Kalau kamu pakai tepung protein sedang atau rendah dengan takaran air untuk tepung protein tinggi, sudah pasti adonannya akan jadi lebih lengket dari yang seharusnya.
Baca juga: Mengenal Asal-Usul Donat, Dari Roti Goreng Sederhana sampai Jadi Camilan Favorit Dunia
Dari Adonan Sempurna, Lahir Donat Juara
Gimana, sekarang jadi lebih kebayang kan, di mana letak masalahnya? Mengatasi adonan lengket itu bukan cuma soal menambahkan tepung terus-menerus, tapi soal memahami prosesnya. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa menghasilkan donat dengan kualitas yang konsisten setiap saat, tidak mudah kempes, teksturnya empuk, dan white ring-nya muncul sempurna.
Setelah adonan donatmu berhasil, saatnya pikirkan sentuhan akhir yang membuatnya makin istimewa. Isian krim yang lumer atau topping yang cantik bisa jadi nilai jual utama. Untuk itu, kamu butuh krim yang bikin auto cantik dan tidak mudah meleleh.
RichCreme Whip Creme Powder adalah jawaban untuk kebutuhan itu. Cukup dimixer dengan air es selama 4 menit, kamu bisa dapatkan whipped cream yang mengembang, hasilnya banyak, teksturnya ringan, dan rasanya vanila lezat. Sempurna untuk isian donat bomboloni atau sebagai hiasan topping donat yang cantik.
Yuk, terus berkreasi dan jangan takut gagal! Temukan lebih banyak tips dan inspirasi baking dan ide jualan lainnya di @RichCreme.id.






0 Komentar