Pernah nggak sih kamu masuk ke coffee shop, lihat menu panjang dengan banyak istilah asing, lalu ujung-ujungnya pesan “kopi susu biasa” karena bingung? Tenang, kamu nggak sendirian.
Dunia perkopian memang punya banyak istilah dalam kopi yang terdengar keren, tapi kalau belum familiar bisa bikin ragu saat memesan. Padahal, kalau sudah paham, kamu jadi lebih percaya diri dan bisa memilih kopi sesuai selera, mau yang strong, light, fruity, atau creamy.
Supaya nggak salah pilih lagi, yuk kenalan lebih dalam dengan beberapa istilah dalam kopi yang paling sering muncul, termasuk cold brew yang belakangan makin populer.
1. Espresso
Espresso adalah metode seduh kopi menggunakan tekanan tinggi yang menghasilkan ekstraksi cepat dalam waktu singkat.
Karakter dari espresso yaitu disajikan dalam bentuk shot kecil (±30 ml), memiliki crema di bagian atas, memiliki rasa pekat, intens, dan menjadi dasar berbagai minuman kopi.
Espresso adalah “fondasi” dari banyak menu di coffee shop.
2. Americano
Americano adalah espresso yang ditambahkan air panas. Ciri khas dari americano adalah rasanya yang tidak sepekat espresso karena sudah ditambahkan air panas, namun tetap mempertahankan aroma kopi yang kuat dan khas. Karakternya yang lebih smooth membuat minuman ini cocok untuk pencinta kopi hitam yang ingin menikmati rasa bold tanpa sensasi yang terlalu intens di lidah.
Americano sering dipilih karena rasanya nggak sepekat espresso tapi tetap bold.
3. Latte
Latte terdiri dari espresso dan susu dengan komposisi susu yang lebih banyak, sehingga menghasilkan tekstur yang creamy dan rasa yang lebih lembut di lidah. Minuman ini biasanya disajikan dengan latte art di bagian atasnya, membuat tampilannya semakin menarik.
Karena karakter rasanya yang tidak terlalu kuat, latte cocok untuk kamu yang ingin menikmati kopi dengan sensasi yang lebih halus dan mudah dinikmati.
4. Cappuccino
Cappuccino mirip dengan latte, tetapi memiliki lapisan foam yang lebih tebal di bagian atasnya. Minuman ini memiliki komposisi espresso, susu, dan foam yang lebih seimbang, dengan foam yang terasa lebih dominan sehingga memberikan sensasi minum yang ringan dan airy di bagian atas, namun tetap creamy dan kaya rasa di bagian bawah.
5. Ristretto
Ristretto adalah versi “pendek” dari espresso yang diekstraksi dalam waktu lebih singkat sehingga menghasilkan volume yang lebih sedikit dengan rasa yang lebih pekat dan intens. Karena proses ekstraksinya lebih cepat, ristretto biasanya terasa lebih minim pahit dan cenderung memiliki karakter rasa yang lebih tajam. Minuman ini cocok buat kamu yang suka kopi strong tapi nggak ingin minum dalam porsi banyak.
6. Cold Brew
Cold brew adalah metode seduh kopi menggunakan air dingin atau suhu ruang dengan waktu perendaman lama, biasanya 12–24 jam.
Cold brew memiliki karakter rasa yang lebih smooth dan tidak terlalu asam dibanding kopi yang diseduh dengan air panas, karena proses perendamannya yang lama menggunakan air dingin. Tingkat keasamannya cenderung lebih rendah sehingga terasa lebih halus di lambung dan nyaman diminum. Minuman ini paling cocok disajikan dengan es untuk sensasi yang lebih segar, terutama saat cuaca panas atau ketika ingin menikmati kopi yang lebih halus namun tetap berkarakter.
Karena prosesnya lama, cold brew menghasilkan rasa yang lebih halus dan tidak terlalu tajam. Meski terasa ringan, kandungan kafeinnya bisa cukup tinggi tergantung konsentrasinya.
7. Body
Body menggambarkan tekstur atau ketebalan kopi saat diminum dan dirasakan di mulut. Dalam dunia kopi, light body berarti teksturnya terasa lebih tipis dan ringan, medium body terasa seimbang, sedangkan full body memberikan sensasi yang lebih tebal dan bold. Biasanya, semakin tebal body suatu kopi, semakin kuat dan intens pula karakter rasanya saat dinikmati.
8. Acidity
Acidity adalah tingkat keasaman dalam kopi yang memberikan sensasi segar, mirip seperti rasa buah. Jadi bukan berarti kopi itu basi, ya. Justru keasaman yang pas membuat kopi terasa lebih hidup dan enak saat diminum.
9. Aftertaste
Aftertaste adalah rasa yang tertinggal di mulut setelah kopi ditelan. Rasa ini bisa berupa manis, cokelat, karamel, atau pahit lembut, tergantung jenis dan proses kopinya. Aftertaste yang enak dan nyaman biasanya membuat kamu ingin menyeruput lagi karena sensasinya masih terasa menyenangkan meski kopinya sudah habis.
10. Single Origin dan Blend
Single origin adalah kopi yang berasal dari satu daerah tertentu sehingga memiliki karakter rasa yang lebih khas dan unik. Biasanya cita rasanya lebih menonjol, baik dari segi aroma, acidity, maupun aftertaste, karena mencerminkan kondisi tanah dan iklim asalnya.
Sementara itu, blend merupakan campuran dari beberapa biji kopi yang berbeda untuk menciptakan rasa yang lebih seimbang dan konsisten. Blend sering digunakan untuk espresso karena mampu menjaga profil rasa tetap stabil, sehingga hasil seduhannya tidak mudah berubah meski berasal dari panen atau musim yang berbeda.
Baca juga: Ini Kopi yang Mengandung Kafein Tinggi, Cocok untuk Melek Lebih Lama
Supaya Kopi Makin Creamy dan Kekinian
Setelah tahu berbagai istilah dalam kopi, sekarang kamu nggak perlu bingung lagi saat membaca menu. Mau pesan espresso, cold brew, atau latte, semuanya bisa disesuaikan dengan selera.
Kalau ingin kopi terasa lebih creamy dan kekinian tanpa menghilangkan karakter aslinya, kamu bisa tambahkan RichCreme Non Dairy Creamer ke dalam racikan kopimu. Krimer ini membantu menciptakan tekstur creamy yang lembut dan rasa yang lebih seimbang. Dengan begitu kamu bisa menjadikan menu ini sebagai ide jualan.
Krimer ini juga cocok untuk americano, cold brew, maupun kopi susu favoritmu. Yuk, mulai eksplor berbagai istilah dan kreasi ide jualan kopi sekarang. Temukan inspirasi resep ide jualan creamy lainnya di @RichCreme.id!






0 Komentar